Skip to content

Install dan Konfigurasi Dasar DNS Server di Ubuntu

Desember 2, 2009

Intro
DNS (Domain Name System) merupakan suatu hireraki dari database yang terdistribusikan. Database tersebut berisi pemetaan dari nama suatu host ke alamat IP dan sebaliknya.

Struktur database DNS menyerupai struktur tree (pohon) dan terbagi-bagi ke dalam kelompok dan hirarki tersebut disebut sebagai Domain Name Space. Pada puncaknya disebut root node, pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan berupa label misalnya .org , .com, .edu, .net, dsb yang relative terhadap puncaknya (parent). Kemudian di kenal sebuah istilah Domain Name Space.
Domain name space dapat digambarkan :

Jadi, Query berjalan dari yang paling atas.

DNS Server sendiri dapat ni install menjadi tiga tipe :

  • Primary Name Server
  • Secondary Name Server
  • Caching Name Server

Perbedaan ketiganya berdasarkan fungsinya, dan diatur dalam “named.conf”

Daemon yang digunakan untuk DNS Server adalah Bind9 (Berkeley Internet Name Domain)

Install Service

Install dari paket repository :

# apt-get install -y bind9


Konfigurasi named.conf Sebagai Primary Name Server

Edit file /etc/bind/named.conf

# mcedit /etc/bind/named.conf

sintak yang diawali dengan titik koma (;), karakter seterusnya selama dalam baris yang sama merupakan komentar dan tidak termasuk ke sintak atau argumen. Misalnya saja, domain yang akan saya buat adalah “pinkers.id”, dan alamat network yang digunakan “167.205.88.0” , DNS terinstall di IP “167.205.88.99” dengan nama host “ns.pinkers.id”.
Buat konfigurasi seperti ini :

;berisi pengaturan umum ataupun sifat global dari konfigurasi
; contoh disini, menunjukkan letak direktori database file
options {
            directory “/etc/bind” ;
 };

;file penunjuk kofigurasi forward
zone “pinkers.id” IN {
                          type master;
                          file “db.pinkers.id”;
            };

;file penunjuk kofigurasi reverse
zone “88.205.167.in-addr.arpa” IN{
                          type master;
                          file “arpa.pinkers.id”;
            };

Sintak “zone” menunjukkan zona Domain (nama domain).
Sintak “IN” menunjukkan jenis kelas, sifatnya opsional dan “IN” berarti for Internet yang pada umumnya digunakan yaitu “IN”.
Pada reverse, alamat Internet yang digunakan di tulis mundur, karena pembacaan untuk reverse (memetakan dari alamat IP ke hostname yang di baca dulu adalah domain paling belakang, ingat tree :D)

Pengelolaan Konfigurasi Penamaan

Merupakan konfigurasi dari database domain. Diperlukan minimal database forward (kumpulan data yang memetakan dari nama host ke alamat IP) dan reverse (kumpulan data yang memetakan dari alamat IP ke nama host).
Secara default, pada Ubuntu database nama di tempatkan di “/etc/bind”. Format file tersebut dapat kita copy dari contoh yang telah ada. Nama dari database bebas.😀
Buat database forward dan reverse :

# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.pinkers.id
# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/arpa.pinkers.id

Buat konfigurasinya menjadi seperti ini :

Forward database , yaitu db.pinkers.id

$TTL    3600
@       IN      SOA     ns.pinkers.id. admin.pinkers.id. (
                         2009281101     ; Serial
                         28800          ; Refresh
                          86400         ; Retry
                        2419200         ; Expire
                         86400  )       ; Minimum TTL
;

;untuk NS Record
@                IN      NS      ns.pinkers.id.

; letak database mulai dari sini

ns              IN      A       167.205.88.99

Reverse Database , yaitu arpa.pinkers.id

$TTL    3600
@       IN      SOA     ns.pinkers.id. admin.pinkers.id. (
                      2009281101        ; Serial
                         28800          ; Refresh
                          14400         ; Retry
                        2419200         ; Expire
                         86400 )        ; Minimun TTL
;

;untuk NS Records ;;;
@            IN          NS      ns.pinkers.id.

;;address point ke PTR,

; karena alamat IP ns.pinkers terletak di 167.205.88.99 maka : 

99      IN      PTR     ns.pinkers.id.

keterangan :
@ : Zone, bagian yang identik dengan zona yang telah di definisikan di file named.conf

2009281101: Serial Number,menunjukkan serial number dari DNS server. Setiap ada perubahan, nilai ini harus berubah. Format umumnya adalah yyyymmddnn yaitu (yyyy)tahun , mm(bulan), (dd) hari, (nn) perubahan ke-n di hari itu. Jika seial number tidak di rubah saat ada perubahan maka data di cache tidak akan berubah pula
28800 :Refresh,menunjukkan waktu slave server merefresh zona. Satuan dalam detik. Pada umumnya rentang waktu antara 1200-43200.
14400 :Retry,merupakan lama dari waktu jeda antara percobaan slave server mengontak master-server jika mengalami kegagalan ketika slave master merefresh cache dari master server. Satuan dalam detik.
2419200: Expire,Menunjukkan waktu zona-data masih autorathive. Field ini hanya berlaku untuk slave server. Ketika nilai ini tealh expired, slave master akan mengontak master server untuk untuk membaca SOA record pada zona dan merequest AXFR/IFXR jika serial number telah berubah. Jika slave gagal mengontak master maka slave akan terus mencoba mengontak master hingga waktu SOA EXPIRE habis dan masih melayani query hingga kontak ke master server berhasil. Rekomendasi RFC.1912 adalah 1209600-2419200
860400: Minumum TTL, merupakan nilai default TTL (Time to Live) untuk semua record pada zone file. Satuan dalam detik. Implementasi bind9 merekomendasikan field ini dalam satuan detik.
A: A record, Merupakan catatan alamat yang memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit untuk Ipv4
PTR: PTR record, Merupakan catatan penunjuk yang memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut.
NS: NS record, Merupakan catatan name server yang memetakan sebuah nama domain ke suatu daftar dari server DNS untuk domain tersebut.

Cukup tampaknya untuk sebuah DNS Server yang sangat dasar😀

Cek Konfigurasi :
Cek konfigurasi dari named.conf, forward database dan reverse database name.

#named-checkconf /etc/bind/named.conf
# named-checkzone rangers.id /etc/bind/db.rangers.id
# named-checkzone id.rangers /etc/bind/arpa.rangers.id

Pastikan semuanya menunjukkan jawaban “OK” untuk setiap pengecekan😀 .

Restart Bind9 :


# /etc/init.d/bind9 restart

Konfigurasi resolv.conf
edit file “/etc/resolv.conf” dna buat konfigurasi menjadi seperti ini :

nameserver 167.205.45.17
search rangers.id

Coba DNS Server Baru Kita😀
Coba gunakan nslookup, coba tanyai DNS Server kita😀

# nslookup
>server
>ns.pinkers.id
>167.206.88.99

Pastikan jawabannya benar semua😀
Server, jawaban : 167.205.88.99#53 , yang berarti alama DNS Server kita, dan port yang digunakan 53
ns.pinkers.id, jawaban : 167.205.88.99 , menunjukkan alamat IP dari pinkers.id
167.205.88.99, jawaban : pinkers.id , menunjukkan nama host dari alamat IP 167.205.88.99

Semuanya hanyalah konfigurasi dasar, jika ingin berdiskusi lebih lanjut hubungi saia😀
Smoga berguna.

5 Komentar leave one →
  1. Desember 18, 2009 2:30 am

    waaaaww..
    mohon pelajarannya mbak ^_^

  2. Desember 19, 2009 7:29 pm

    mantaf bener ni ceweeeeekk.. salut bget.. ,, klu ngoprek jgn lupa mandi ya cica, biasanya, org suka ngoprek tu jarang mandi.. kawkawkwakawk…

  3. Mei 30, 2012 8:29 am

    db.167 ini sebaiknya dibua apa tidak yaa
    apa udah digantikan arpa.pinkers.id

    • Juni 5, 2012 10:03 am

      db.167
      dan
      arpa.pingkers.id
      dibuat dua2nya, supaya dapet jawaban (ip to host) dan (host to ip)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: