Skip to content

Install dan Konfigurasi Dasar DHCP Server di Ubuntu

November 27, 2009

DHCP server merupakan server yang menyediakan layanan pemberian alamat IP pada client secara otomatis.
Daemon yang digunakan adalah dhcp3-server.
Untuk installasi dan konfigurasinya :

Install dhcp3-server

Asumsi, sources.list telah tertuju pada alamat yang benar, jadi install dari paket repository😀

# apt-get install -y dhcp3-server

kemudian, konfigurasi file dhcpd.conf

authorative ;
ddns-update-style none ;
option nbgrub-menu code = text ;
default-lease-time 600 ;
max-lease-time 3600 ;

Konfigurasi di atas merupakan konfigurasi default namun di tambahkan “authorative”, karena network merupakan network lokal. Default-lease time dan max-lease time dalam satuan detik.
Kemudian definisikan rentang alamat IP yang akan di share. Misalkan rentang IP yang di share berkisar 167.205.77.6 hingga 167.205.77.28, keterangan yang perlu di cantumkan antara lain alamat Gateway, subnet dan netmask, konfigurasi menjadi :

subnet 167.205.77.0 netmask 255.255.255.224 {
option routers 167.205.77.x;
range 167.205.77.6 167.205.77.28 ;

Kemudian, aktifkan dhcp daemon. Pastikan tidak ada error yang muncul.

# /etc/init.d/dhcp3-server start

Dan, jadilah DHCP server kita secara standar🙂

Fitur Lain :
Terkadang beberapa host (biasanya server) memerlukan alamant IP yang bersifat tetap dan pada mesin tertentu. DHCP server dapat mengenali suatu host dari MAC Addressnya dan Nama Host dari mesin tersebut untuk selalu memperoleh alamat IP yang tetap setiap ada request.
Mudah saja, cukup menambahkan host di dhcpd.conf, misalnya host yang memiliki hostname “pinkers”, memiliki MAC Address “00:BC:28:26:53:24” serta memiliki IP statik “167.205.77.17” maka konfigurasi tambahan menjadi :

host pinkers { hardware ethernet 00:BC:28:26:53:24; fixed-address 167.205.77.17; }

Selain itu, pengelolaan domain pada client dapat dilakukan secara otomatis melalui DHCP server.
Jika fitur in itidak ditambahkan, maka pada client dapat terlihat di “/etc/resolv.conf” informasi yang ditambahkan DHCP server, yaitu hanya server DHCP saja menjadi (asumsi DHCP server memiliki IP 167.205.77.77) :

nameserver 167.205.77.77

Untuk mengelola domain client secara otomatis, cukup menambahkan opsi domain dan DNS Server, asumsi kita berada pada domain “pink.itb.ac.id” dan DNS server terletak di alamat IP 167.205.99.100 dan 167.205.98.89, maka tambahkan di dhcpd.conf :

option domain-name-servers 167.205.99.100, 167.205.98.89;
option domain-name “pink.itb.ac.id”;

Kemudian restart dhcp daemon :

# /etc/init.d/dhcp3-server restart

Kemudian lihat resolv.conf pada client, maka akan menjadi :

search pink.itb.ac.id
nameserver 167.205.99.100
nameserver 167.205.98.89

Hola, jadilah DHCP Server kita..🙂

15 Komentar leave one →
  1. November 28, 2009 12:02 am

    wow, bahasan admin banget ini…. mana saya ngerti..

    btw kalo laptop biasa yang sekali nyala cuma beberapa jam, ga seperti server, bisa ga dapat static ip dan dikenali seperti di atas ?

  2. November 28, 2009 8:18 am

    bisa banget lah…🙂

  3. Ifan Bagus Syafana permalink
    Desember 1, 2009 11:52 am

    Klu di Backtrack 4 gmn??
    Setting jaringan gtuh..

    • Desember 14, 2009 8:31 am

      setting ip? kalau setting ip manual ada di /etc/network/interfaces . abis di setting di situ direstart service nya “/etc/init.d/network restart”. backtrack 4 itu base nya ubuntu. jadi sama dengan ubuntu cara settingnya. atau bisa juga pake yang bener bener manual pake ifconfig. (misal: ifconfig eth0 192.168.0.254 netmask 255.255.255.192). untuk setting gateway manualnya bisa dengan “route add default gw 192.168.0.1” (misal gatewaynya ada di 192.168.0.1). kalau ethernetnya lebih dari satu tinggal di tambah “dev eth0” misalnya😀. kalau bingung tanya cica lagi aja😀

  4. Desember 14, 2009 4:20 am

    kak saya mw tanya nc …

    tp saya gag tw banget aplikasi di linux…

    klo saya cuma mw tanya ada gag aplikasi JFS (Journaling File System)…

    Thanks Ya kak…

    • Desember 14, 2009 8:44 am

      maksudnya apa y, soalnya JSF nya sendiri ya file system.
      jadi JSF kan filesystem yang sifatnya jurnaling, kaya jsf, ext3, ext4, reiserfs, dsb😀
      jadi, JSF itu filesystem bukan aplikasi😀

  5. Desember 14, 2009 9:54 am

    owh…

    iya dech kak…
    thanks ya…

    • Desember 14, 2009 10:25 am

      knp ? masi blum puas, masi boleh diskusi kok😀

  6. Januari 22, 2010 4:43 pm

    kalau konsep di ubuntu 9 0.4 sama saja k cara settingnya…

    • April 4, 2010 3:19 pm

      sama aja kok.. mau distro lain jg gtu2 aja ^^.. paling bedanya d install paket repo..😀

  7. Maret 25, 2010 11:48 am

    Informative post, this post has created eagerness to go your through upcoming posts. Keep up good work.

  8. jokoustik permalink
    Maret 27, 2010 4:16 am

    Sip! info yang sangat berguna sekali pak. Terima kasih banyak.
    Bagaimana cara mengunci klien agar tidak bisa konek ke jaringan apabila si klien mengganti IP addressnya secara manual ?
    Terima kasih.

    • April 22, 2010 7:48 am

      kalau membedakan antara pengguna dhcp dan IP statik dari sisi client itu saya gak pernah denger, biasanya di gunakan daftar mac address client jadi hanya mac address tertentu yang bisa teroneksi. Kemudian IP di release tiap menit tertentu.😀

  9. September 20, 2012 6:13 am

    kalo konfigurasi squid pengen ng-block situs gmna caranya ??
    saya masih bingung …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: