Install Program atau Paket Menggunakan Tools di Slackware

2009 December 24

Mengnstall program atau aplikasi tambahan di slackware bisa menggunakan beberapa tools. Tools yang saya paparkan di sini :

  1. Menggunakan slackpkg (bawaan slakcware)
  2. Menggunakan slapt-get
  3. Menggunakakan pkgtool
  4. Menggunakan script dari slackbuild

1. Menggunakan fasilitas slackpkg

Fasilitas ini merupakan bawaan dari slackware langsung. Manualnya telah tersedia, dan merupakan tool untuk mengatur paket-paket Slackware. Dan jangan lupa untuk mengupdate terlebihdahulu untuk meload list database program.
Untuk mengupdate kemudian menginstall sebuah paket cukup ketikkan :

#slackpkg update
#slackpkg install nama_paket

untuk pilihan-pilihan option slackpkg ini dapat di lihat langsung:

$slackpkg -h

Karena cara ini diarahkan pada suatu mirror, site atau storage tertentu, konfigurasi alamatnya dapat di atur di “/etc/slackpkg/mirrors” , misalnya saya tambahkan ke path mirror slackware Indonesia, dengan asumsi saya menggunakan slackware13 64 bit, maka tambahkan di /etc/slackpkg/mirrors :

http://slackware.linux.or.id/pub/slackware/slackware64-13.0/

2. Menggunakan slapt-get

Merupakan tools untuk sistem manajemen yang lebih mirip dengan Debian, yaitu apt-get.
Untuk menggunakannya harus mengisntall dulu tools slapt-get tersebut. Paketnya dapat di peroleh dengan mendownload salah satunya di link ini.

Setelah downlaod paketnya, install dengan menggunakan installpkg, misalnya nama file yang saya downlaod adalah slapt-get-0.9.12d-i386-1.tgz maka untuk menginstall menjadi :

#installpkg slapt-get-0.9.12d-i386-1.tgz

Setelah slapt-get terinstall, saatnya konfigurasi sourcenya :D ,

read more…

Install dan Konfigurasi Dasar DNS Server di Ubuntu

2009 December 2

Intro
DNS (Domain Name System) merupakan suatu hireraki dari database yang terdistribusikan. Database tersebut berisi pemetaan dari nama suatu host ke alamat IP dan sebaliknya.

Struktur database DNS menyerupai struktur tree (pohon) dan terbagi-bagi ke dalam kelompok dan hirarki tersebut disebut sebagai Domain Name Space. Pada puncaknya disebut root node, pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan berupa label misalnya .org , .com, .edu, .net, dsb yang relative terhadap puncaknya (parent). Kemudian di kenal sebuah istilah Domain Name Space.
Domain name space dapat digambarkan :

Jadi, Query berjalan dari yang paling atas.

DNS Server sendiri dapat ni install menjadi tiga tipe :

  • Primary Name Server
  • Secondary Name Server
  • Caching Name Server

Perbedaan ketiganya berdasarkan fungsinya, dan diatur dalam “named.conf”

Daemon yang digunakan untuk DNS Server adalah Bind9 (Berkeley Internet Name Domain)

Install Service

Install dari paket repository :

# apt-get install -y bind9


Konfigurasi named.conf Sebagai Primary Name Server

Edit file /etc/bind/named.conf

# mcedit /etc/bind/named.conf

sintak yang diawali dengan titik koma (;), karakter seterusnya selama dalam baris yang sama merupakan komentar dan tidak termasuk ke sintak atau argumen. Misalnya saja, domain yang akan saya buat adalah “pinkers.id”, dan alamat network yang digunakan “167.205.88.0″ , DNS terinstall di IP “167.205.88.99″ dengan nama host “ns.pinkers.id”.
Buat konfigurasi seperti ini : read more…

Install dan Konfigurasi Dasar DHCP Server di Ubuntu

2009 November 27

DHCP server merupakan server yang menyediakan layanan pemberian alamat IP pada client secara otomatis.
Daemon yang digunakan adalah dhcp3-server.
Untuk installasi dan konfigurasinya :

Install dhcp3-server

Asumsi, sources.list telah tertuju pada alamat yang benar, jadi install dari paket repository :D

# apt-get install -y dhcp3-server

kemudian, konfigurasi file dhcpd.conf

authorative ;
ddns-update-style none ;
option nbgrub-menu code = text ;
default-lease-time 600 ;
max-lease-time 3600 ;

read more…

Cara Konfigurasi IP secara statik di Ubuntu

2009 November 23

Mudah-mudah saja, cukup mengedit /etc/network/interfaces :D

pada keadaan default, settingan awalnya pasti menggunakan dhcp , maka dari itu pada interface akan tertulis :

auto lo
iface lo inet loopback

untuk membuatnya menjadi statik, cukup diberi keterangan mengenai : alamat IP, alamat network (netmask) dan gateway.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk menentukan alamat tersebut, contek aja.. hehe….. :D
Namun, jika alamat-alamat tersebut telah Anda ketrahui, langkah-langkah ini bisa di SKIP !! — dari sini . (sampe rambu berikutnya :D ) read more…

Mengenal JavaServer Faces

2009 July 21
by chott

Tak kenal maka tak sayang.. aihh.. mari mengulas ulas sedikit pandangan saya mengenai JSF atau JavaServer Faces :) .

JavaServer Faces , merupakan salah satu framework yang digunakan untuk membangun aplikasi web. Bisa dikatakan dalam membangun sebuah web dapat dikelompokkan menjadi dua teknik atau style yang populer ;

Pertama adalah style “rapid-development” dimana kelebihan metoda ini adalah dari visualisasinya bisa dikatakan sebagai Visual Development Environment, jadi lebih atraktif terhadap user karena keuserinterfaceannya, pengguna style ini  misalnya Microsoft ASP.NET.

Kedua dapat dikatakan sebagai style “hard-core coding” dimana kode yang ditulis cukup berlimpah namun memiiki high performance backend ,  jadi style ini biasanya lebih atraktif webnya , scalable dan kompatible d banyak platform pengguna style misalnya Java Enterprise Edition atau Java EE . read more…

Mengembalikan atau Menulis Kembali Partisi dengan Freeware Testdisk

2009 January 26

Apa anda kehilangan Operating System anda?
tiba-tiba saja saat booting bertuliskan:

Operating System not found_

Hal itu bisa terjadi karena partisi MBR (Master Boot Record) anda bermasalah atau OS pada partisi primer anda tidak lengkap filenya. Mungkin saja Windows ataupun OS anda yang lain pada partsi pertama Partisi C: pada windows ataupun partisi sda1 pada linux mengalami bad sector sehingga saat booting kernel anda tidak ditemukan dan membuat komputer tidak bisa booting samasekali. Bahkan, ketika anda memasukkan live CD linux, semua partisi anda berstatus “Unallocated”??

Untuk mengembalikan data anda, hal yang mungkin di lakukan adalah menulis kembali partisinya. Tools gratis yang dapat di gunakan adalah testdisk. Programnya dapat anda download di sini. Freeware ini dapat digunakan untuk menulis partisi dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • DOS/Windows FAT12, FAT16 and FAT32
  • NTFS ( Windows NT/2K/XP )
  • Linux Ext2 and Ext3
  • BeFS ( BeOS )
  • BSD disklabel ( FreeBSD/OpenBSD/NetBSD )
  • CramFS (Compressed File System)
  • HFS and HFS+, Hierarchical File System
  • JFS, IBM’s Journaled File System
  • Linux Raid
  • Linux Swap (versions 1 and 2)
  • LVM and LVM2, Linux Logical Volume Manager
  • Netware NSS
  • ReiserFS 3.5, 3.6 and 4
  • Sun Solaris i386 disklabel
  • UFS and UFS2 (Sun/BSD/…)
  • XFS, SGI’s Journaled File System

Untuk menggunakan Testdisk ini, yang harus anda lakukan adalah booting komputer anda. Anda bisa saja menggunakan live CD linux, ataupun booting melalui flashdisk bahkan melalui jaringan.

Untuk memudahkan, misalnya saja anda booting meggunakan live CD punya Ubuntu. Kemudian, pilih bahasa dan pilih menu

“Try Ubuntu without any change to your computer”.

Setelah booting, buka Terminal.

Masuk sebagai root.

ubuntu@ubuntu:~$sudo su
root@ubuntu:/home/ubuntu#

Copy file installer testdisk ke komputer anda, misalkan melalui flashdisk dan ekstrak file. Karena menggunakan live CD ubuntu, flashdisk sudah ter-mount dengan sendirinya.

Ekstrak file yang ada di flashdisk saya(CICA) ke folder /opt

root@ubuntu:/home/ubuntu#tar -xjf /media/CICA -C/opt

masuk ke folder /opt/testdisk-6.10/linux

kemudian jalankan testdisk_static read more…

Install Shorewall di Ubuntu server 8.04

2009 January 18

Shorewall… salah satu alternatif firewall yang cukup mudah dibanding dengan iptables. Mudah di gunakan tapi bikin nggak paham bahasanya …hehe…tapi akan saya coba jelaskan konfigurasinya :-) . Di sini, saya install Shorewall di web server

install Shorewall dari apt:

jangan lupa jadi root

 root@chic# apt-get install -y shorewall

Shorewall sudah terinstall, tinggal konfigurasi, sebelum konfigurasinya selesai, shorewall tidak bisa di aktifkan.
Konfigurasi yang di perlukan antara lain:

  • policy ,yaitu peraturan secara general. Di sini defaultnya drop semua dan buka yang diperlukan.
  • rules, nah… untuk membuka yang diperlukan, atur di sini. Lebih aman dari “buka semua drop yang diperlukan kan^^”
  • sedangkan konfigurasi lainnya mengenai pengaturan mekanisme jaringan ataupun sistemnya antara lain di default shorewall dan shorewall.conf
  • Mulai konfigurasi… read more…

    masalah yang biasanya timbul waktu update: Could not open lock file /var/lib/apt/lists/lock

    2008 November 19
     Could not open lock file /var/lib/apt/lists/lock 

    pernyataan tersebut muncul, dan update gagal..

    kemungkinan hal tersebut terjadi:

    kemungkinan pertama:membuka aplikasi “Synaptic Manager” ataupun “Update Manager”, tutup aplikasi tersebut, update lagi..

    kemungkinan kedua: interupsi yang dilakukan, biasanya karena bosn menunggu load, misalnya dengan menekan “ctrl + z”, hal tersebut membatalkan perintah atau memaksa sistem berhenti mengeksekusi program. Kalo mau aman mending pake “ctrl+c” ajah… Kalau sudah di lakukan, coba ketikkan :

                                     root@file# ps | grep apt
                                     root@file# ps | grep sudo
     

    kemudian update ulang, kalo tetep ga bisa, restart kompie dijamin bisa… hehe…

    untuk mempercepat update ulang , updatenya pake:

    root@file# apt-get update -m -f 

    artinya, lengkapi kalo ada missing dan fix kalo ada error..

    trims…^^

    Update Ubuntu melalui FTP

    2008 November 17
    by chott

    Update ubuntu langsung melalui FTP akan lebih efektif, karena lebih cepat. Misalnya kita akan update Ubuntu 7.10 ke Ubuntu 8.04:

    Buka Console;

    Tulis alamat sumber update di sources.list, dengan cara:

    masuk sebagai root:

    cca@file$ sudo -i
    
    atau
    
    cca@file$ sudo su
    
    root@file#gedit /etc/sources.list
    
    kemudian, masukkan alamatnya:
     read more...

    Membuat program untuk pemula : Java Aplikasi “Simulasi Lampu Lalu Lintas” di Netbeans 6.0.1

    2008 July 28

    Bagi teman-teman yang ingin mencoba buat simulasi, disini saya mencoba membuatkan simulasi Lampu Lalulitas yang sangat sederhana. Mungkin simulasi ini cocok untuk teman yang baru pertama kali mencoba. Banyak perkenalannya, dan mudah. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. read more…