Mengnstall program atau aplikasi tambahan di slackware bisa menggunakan beberapa tools. Tools yang saya paparkan di sini :
- Menggunakan slackpkg (bawaan slakcware)
- Menggunakan slapt-get
- Menggunakakan pkgtool
- Menggunakan script dari slackbuild
1. Menggunakan fasilitas slackpkg
Fasilitas ini merupakan bawaan dari slackware langsung. Manualnya telah tersedia, dan merupakan tool untuk mengatur paket-paket Slackware. Dan jangan lupa untuk mengupdate terlebihdahulu untuk meload list database program.
Untuk mengupdate kemudian menginstall sebuah paket cukup ketikkan :
-
#slackpkg update
#slackpkg install nama_paket
untuk pilihan-pilihan option slackpkg ini dapat di lihat langsung:
-
$slackpkg -h
Karena cara ini diarahkan pada suatu mirror, site atau storage tertentu, konfigurasi alamatnya dapat di atur di “/etc/slackpkg/mirrors” , misalnya saya tambahkan ke path mirror slackware Indonesia, dengan asumsi saya menggunakan slackware13 64 bit, maka tambahkan di /etc/slackpkg/mirrors :
http://slackware.linux.or.id/pub/slackware/slackware64-13.0/
-
2. Menggunakan slapt-get
Merupakan tools untuk sistem manajemen yang lebih mirip dengan Debian, yaitu apt-get.
Untuk menggunakannya harus mengisntall dulu tools slapt-get tersebut. Paketnya dapat di peroleh dengan mendownload salah satunya di link ini.
Setelah downlaod paketnya, install dengan menggunakan installpkg, misalnya nama file yang saya downlaod adalah slapt-get-0.9.12d-i386-1.tgz maka untuk menginstall menjadi :
-
#installpkg slapt-get-0.9.12d-i386-1.tgz
Setelah slapt-get terinstall, saatnya konfigurasi sourcenya
,
Intro
DNS (Domain Name System) merupakan suatu hireraki dari database yang terdistribusikan. Database tersebut berisi pemetaan dari nama suatu host ke alamat IP dan sebaliknya.
Struktur database DNS menyerupai struktur tree (pohon) dan terbagi-bagi ke dalam kelompok dan hirarki tersebut disebut sebagai Domain Name Space. Pada puncaknya disebut root node, pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan berupa label misalnya .org , .com, .edu, .net, dsb yang relative terhadap puncaknya (parent). Kemudian di kenal sebuah istilah Domain Name Space.
Domain name space dapat digambarkan :

Jadi, Query berjalan dari yang paling atas.
DNS Server sendiri dapat ni install menjadi tiga tipe :
- Primary Name Server
- Secondary Name Server
- Caching Name Server
Perbedaan ketiganya berdasarkan fungsinya, dan diatur dalam “named.conf”
Daemon yang digunakan untuk DNS Server adalah Bind9 (Berkeley Internet Name Domain)
Install Service
Install dari paket repository :
-
# apt-get install -y bind9
Konfigurasi named.conf Sebagai Primary Name Server
Edit file /etc/bind/named.conf
-
# mcedit /etc/bind/named.conf
sintak yang diawali dengan titik koma (;), karakter seterusnya selama dalam baris yang sama merupakan komentar dan tidak termasuk ke sintak atau argumen. Misalnya saja, domain yang akan saya buat adalah “pinkers.id”, dan alamat network yang digunakan “167.205.88.0″ , DNS terinstall di IP “167.205.88.99″ dengan nama host “ns.pinkers.id”.
Buat konfigurasi seperti ini : read more…
DHCP server merupakan server yang menyediakan layanan pemberian alamat IP pada client secara otomatis.
Daemon yang digunakan adalah dhcp3-server.
Untuk installasi dan konfigurasinya :
Install dhcp3-server
Asumsi, sources.list telah tertuju pada alamat yang benar, jadi install dari paket repository
-
# apt-get install -y dhcp3-server
kemudian, konfigurasi file dhcpd.conf
authorative ; ddns-update-style none ; option nbgrub-menu code = text ; default-lease-time 600 ; max-lease-time 3600 ; |
Mudah-mudah saja, cukup mengedit /etc/network/interfaces
pada keadaan default, settingan awalnya pasti menggunakan dhcp , maka dari itu pada interface akan tertulis :
auto lo iface lo inet loopback |
untuk membuatnya menjadi statik, cukup diberi keterangan mengenai : alamat IP, alamat network (netmask) dan gateway.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk menentukan alamat tersebut, contek aja.. hehe….. ![]()
Namun, jika alamat-alamat tersebut telah Anda ketrahui, langkah-langkah ini bisa di SKIP !! — dari sini . (sampe rambu berikutnya
) read more…
Tak kenal maka tak sayang.. aihh.. mari mengulas ulas sedikit pandangan saya mengenai JSF atau JavaServer Faces
.
JavaServer Faces , merupakan salah satu framework yang digunakan untuk membangun aplikasi web. Bisa dikatakan dalam membangun sebuah web dapat dikelompokkan menjadi dua teknik atau style yang populer ;
Pertama adalah style “rapid-development” dimana kelebihan metoda ini adalah dari visualisasinya bisa dikatakan sebagai Visual Development Environment, jadi lebih atraktif terhadap user karena keuserinterfaceannya, pengguna style ini misalnya Microsoft ASP.NET.
Kedua dapat dikatakan sebagai style “hard-core coding” dimana kode yang ditulis cukup berlimpah namun memiiki high performance backend , jadi style ini biasanya lebih atraktif webnya , scalable dan kompatible d banyak platform pengguna style misalnya Java Enterprise Edition atau Java EE . read more…
Shorewall… salah satu alternatif firewall yang cukup mudah dibanding dengan iptables. Mudah di gunakan tapi bikin nggak paham bahasanya …hehe…tapi akan saya coba jelaskan konfigurasinya
. Di sini, saya install Shorewall di web server
install Shorewall dari apt:
jangan lupa jadi root
root@chic# apt-get install -y shorewall |
Shorewall sudah terinstall, tinggal konfigurasi, sebelum konfigurasinya selesai, shorewall tidak bisa di aktifkan.
Konfigurasi yang di perlukan antara lain:
Mulai konfigurasi… read more…
masalah yang biasanya timbul waktu update: Could not open lock file /var/lib/apt/lists/lock
Could not open lock file /var/lib/apt/lists/lock
pernyataan tersebut muncul, dan update gagal..
kemungkinan hal tersebut terjadi:
kemungkinan pertama:membuka aplikasi “Synaptic Manager” ataupun “Update Manager”, tutup aplikasi tersebut, update lagi..
kemungkinan kedua: interupsi yang dilakukan, biasanya karena bosn menunggu load, misalnya dengan menekan “ctrl + z”, hal tersebut membatalkan perintah atau memaksa sistem berhenti mengeksekusi program. Kalo mau aman mending pake “ctrl+c” ajah… Kalau sudah di lakukan, coba ketikkan :
root@file# ps | grep apt
root@file# ps | grep sudo
kemudian update ulang, kalo tetep ga bisa, restart kompie dijamin bisa… hehe…
untuk mempercepat update ulang , updatenya pake:
root@file# apt-get update -m -f
artinya, lengkapi kalo ada missing dan fix kalo ada error..
trims…^^
Update ubuntu langsung melalui FTP akan lebih efektif, karena lebih cepat. Misalnya kita akan update Ubuntu 7.10 ke Ubuntu 8.04:
Buka Console;
Tulis alamat sumber update di sources.list, dengan cara:
masuk sebagai root:
cca@file$ sudo -i atau cca@file$ sudo su root@file#gedit /etc/sources.list kemudian, masukkan alamatnya: read more...
Membuat program untuk pemula : Java Aplikasi “Simulasi Lampu Lalu Lintas” di Netbeans 6.0.1
Bagi teman-teman yang ingin mencoba buat simulasi, disini saya mencoba membuatkan simulasi Lampu Lalulitas yang sangat sederhana. Mungkin simulasi ini cocok untuk teman yang baru pertama kali mencoba. Banyak perkenalannya, dan mudah. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. read more…

